Memilih hosting itu mirip memilih ruko: terlalu kecil bikin sesak, terlalu besar bikin boros. Kabar baiknya, untuk kebanyakan website bisnis kamu cukup memperhatikan empat hal.
1. Hitung kebutuhan storage
Website company profile WordPress dengan 10–20 halaman biasanya hanya memakai 500 MB–2 GB, termasuk gambar. Yang sering membengkak justru email dan backup lokal. Kalau email kantor juga di hosting yang sama, sisihkan ruang ekstra.
- Landing page / blog pribadi: 5 GB sudah lega
- Company profile + email beberapa staf: 15 GB
- Toko online dengan ratusan produk: 50 GB
2. Perhatikan RAM dan CPU
RAM menentukan berapa banyak pengunjung yang bisa dilayani bersamaan. Website yang lambat saat ramai biasanya kehabisan RAM, bukan storage. Untuk WooCommerce atau website dengan banyak plugin, pilih minimal 2 GB RAM.
3. Cek inodes dan addon domain
Inodes adalah jumlah file yang boleh disimpan. WordPress dengan banyak plugin dan cache bisa memakai puluhan ribu file. Kalau kamu berencana mengelola lebih dari satu website dalam satu akun, pastikan jumlah addon domain cukup.
4. Jangan lupa fitur keamanan & backup
Free SSL, firewall seperti Imunify360, dan backup harian otomatis adalah standar minimum hari ini. Tanpa backup, satu plugin bermasalah bisa menghapus kerja berbulan-bulan.
Mulai dari paket yang pas dulu. Paket hosting bisa di-upgrade kapan saja tanpa memindahkan website.
Rekomendasi singkat
Untuk UMKM yang baru online, paket Growth biasanya paling seimbang: storage dan RAM cukup longgar, plus bonus domain. Masih ragu? Tanya tim kami lewat WhatsApp — konsultasinya gratis.